Mengenal Lantai Keramik dan Jenisnya

Mengenal Lantai Keramik dan Jenisnya

Keramik merupakan salah satu jenis lantai yang banyak digunakan masyarakat. Sebagian besar orang lebih memilih menggunakan lantai ini dibanding marmer atau granit karena dengan segala kelebihannya, keramik bisa didapatkan dengan harga yang relatif lebih murah.

Istilah keramik sendiri berasal dari bahasa Yunani, keramos, yang berarti tanah liat atau benda-benda yang terbuat dari tanah liat kemudian dibakar dan mengeras oleh api. Arti lainnya adalah produk yang terbuat dari bahan galian anorganik non-logam yang telah mengalami proses pemanasan tinggi sehingga bahan memiliki struktur kristalin, non-kristalin atau campuran keduanya.

Salah satu kelebihan lantai keramik adalah motifnya yang kian hari kian menarik. Warna, tekstur dan polanya pun makin unik dengan ukuran yang beragam. Selain itu, daya tahan pemakaiannya juga terbilang tinggi karena dapat digunakan hingga puluhan tahun.

(Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Lantai, Penting Untuk Interior Designer)

Di pasaran, jenis keramik yang dijual pun beragam lho. Keramik dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori. Penasaran apa saja? Kemilau Marmer telah merangkumnya untuk Anda.

Berdasarkan Proses Pembentukannya

1. Extured

Extured merupakan proses pembentukkan keramik dengan cara membasahi bahan-bahannya dan digiling hingga halus. Kemudian, hasil gilingan tersebut dicetak hingga berbentuk panjang. Barulah setelahnya masuk ke proses pemotongan.

2. Powder Pressed

Powder Pressed merupakan proses awalnya sama seperti extured ceramic. Bedanya, setelah dilakukan penggilingan, hasilnya dijadikan bubuk (powder) dengan teknik spray drying. Bubuk tersebut kemudian di-press (tekan) dengan tekanan tinggi pada cetakan.

Menurut Permukaan

1. Glazed Ceramic

Merupakan keramik yang permukaannya dilapisi glasir (glazur). Proses pembuatan dengan suhu tinggi membuat glasir menjadi satu  atau tercampur dengan badan keramik. Ciri glazed ceramic adalah tidak memiliki pori dan bersifat padat. Contohnya adalah Asia Tile, Ikad, Kia, Mulia, Platinum dan lainnya.

2. Unglazed Ceramic

Merupakan keramik yang permukaannya tidak dilapisi glasir (glazur). Dibanding dengan glazed ceramic, keramik jenis ini memiliki kekuatan lebih baik karena ukurannya lebih tebal. Permukaannya berkilau dan kedua lapisan (muka dan belakang) memiliki motif yang sama. Contoh unglazed ceramic adalah Impero, Niro, Granito, Ezzenza dan lainnya.

Menurut Proses Pembakaran

1. Single Firing

Artinya keramik hanya mengalami satu kali proses pembakaran, yaitu setelah dicetak dan dilapisi glasir (glazur).

2. Double Firing

Artinya keramik mengalami dua kali proses pembakaran. Pembakaran pertama dilakukan diawal sebelum glasir (glazur). Setelah dilakukan pelapisan, dilakukan tahap pembakaran kedua.

Menurut Daya Tahan Terhadap Gesekan

1. Kelas I

Lantai keramik kelas I merupakan lantai yang dilalui orang dengan alas kaki lunak atau tanpa alas kaki sehingga rentan menimbulkan gesekan  atau meninggalkan kotoran. Misalnya: lantai kamar mandi dan kamar tidur.

2. Kelas II

Lantai keramik kelas II merupakan lantai yang dilalui orang dengan alas kaki lunak dan mampu menahan sedikit gesekan yang keras. Misalnya: lantai ruang keluarga dan ruang tamu.

3. Kelas III

Lantai keramik kelas III merupakan lantai yang sering dilalui orang dengan alas kaki normal dengan adanya gesekan yang keras. Misalnya: koridor, balkon dan teras.

4. Kelas IV

Lantai keramik kelas IV merupakan lantai dengan lalu lintas normal dan terkadang terkena gesekan keras. Misalnya: dapur komersil, hotel, ruang pameran dan jalan akses utama bangunan.

5. Kelas V

Lantai keramik kelas V merupakan lantai dengan lalu-lintas pejalan kaki yang padat dan cukup sering mendapat gesekan keras. Misalnya: mall, bandara,  area pejalan kaki, area industri dan lainnya.

(Baca juga: Tips Memilih Lantai yang Tepat Sesuai Fungsi Ruangan)

Menurut Tingkat Kerapatan dan Penyerapan Terhadap Air

1. Kemampuan Menyerap > 7%

Keramik jenis ini tidak memiliki ketahanan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim sehingga hanya cocok dipasang di ruangan tertutup.

2. Kemampuan Menyerap 3 – 7%

Keramik dengan kemampuan ini memiliki daya tahan  terhadap perubahan cuaca yang lebih baik dibanding poin sebelumnya. Tetapi tetap hanya cocok digunakan pada ruangan.

3. Kemampuan Menyerap 0,5 – 3%

Keramik dengan kemampuan serap 0,5 – 3% tidak mampu bertahan terhadap hujan dan panas terik matahari. Cocok digunakan di dalam ruangan namun juga masih memadai jika digunakan di luar ruangan.

4. Kemampuan Menyerap < 0,5%

Jenis keramik yang satu ini sangat cocok digunakan di luar ruangan karena mempunyai daya tahan yang tinggi, baik dari terpaan hujan maupun sengatan sinar matahari.

Menurut Warna dan Ukuran

1. Keramik KW 1, yaitu keramik dengan kualitas terbaik. Ciri-cirinya adalah sudut-sudut sikunya memiliki selisih ukuran < 1 mm antar keramik. Pemasangannya pun mudah karena ukuran dan warnanya memang sudah tersusun rapi.

2. Keramik KW 2, yaitu keramik yang kualitasnya tidak sebaik KW 1. Cirinya, sudut keramik tidak presisi dengan selisih ukuran antar keramik antara 1 sampai 2 mm.

3. Keramik KW 3, yaitu keramik dengan kualitas paling rendah. Sikunya memiliki selisih ukuran sampai 3 mm antar keramik.

Itulah beberapa jenis keramik yang harus Anda ketahui. Cukup banyak bukan? Intinya, baik keramik, marmer, granit atau jenis lainnya, pilihlah lantai sesuai kebutuhan. Jangan hanya karena Anda menyukai warnanya lantas langsung membelinya. Semoga informasi tersebut bisa membantu Anda menemukan jenis keramik yang tepat untuk hunian. Semoga beruntung!