Berbagai Teknik Pemasangan Lantai Marmer. Sudah Tau?

Berbagai Teknik Pemasangan Lantai Marmer. Sudah Tau?

Saat ini, semakin banyak orang yang menggunakan batu alam marmer dan granit sebagai material lantai, dinding, ataupun meja. Struktur batuan yang kuat, warna yang indah dan kesan elegan adalah beberapa alasan mengapa kedua batu alam ini banyak digemari.

Namun dibalik segala kelebihannya, dibutuhkan teknik pemasangan dan perawatan marmer yang tepat. Pemasangan marmer harus dilakukan oleh teknisi profesional dan berpengalaman agar hasil pasangan rapi, sesuai ukuran, dan tidak bergelombang.

            (Baca juga: Tips Memilih Marmer Berkualitas)

Pada dasarnya, terdapat 2 teknik pemasangan marmer, yaitu teknik basah dan kering.

1. Teknik Pemasangan Basah

Pertama adalah teknik pemasangan basah, yaitu teknik pemasangan menggunakan campuran air dan semen khusus marmer dengan takaran yang disesuaikan. Teknik ini biasanya digunakan dalam proses pemasangan lantai.

Sebelum mulai, teknisi harus memastikan marmer yang akan dipasang bagus, dalam artian tidak ada cacat seperti retak atau gores. Marmer yang dipasang dalam keadaan retak berisiko mudah pecah setelah dipasang.

Selanjutnya, teknisi harus memperhatikan motif, tekstur, dan keseragaman warna marmer atau granit. Meski jenisnya sama, setiap potongan marmer memiliki tekstur dan warna yang berbeda. Teknisi yang berpengalaman tentunya sudah ahli dalam menyeragamkan warna dan tekstur marmer agar hasil pemasangan benar-benar rapi sesuai dengan tekstur dan arah warna.

            (Baca juga: Hidupkan Kesan Alami Pada Hunian Dengan Desain Batu Alam Ini)

Sebelum dipasang, permukaan pemasangan harus sudah rata dan dalam keadaan kering. Teknisi juga harus memastikan permukaan bersih dari berbagai kotoran seperti serbuk kayu, logam, pasir, dan lumpur. Marmer atau granit juga harus di-coating pada keenam sisinya.

Setelah itu, barulah proses pemasangan marmer dapat dilakukan. Hamparkan campuran adukan semen dan air (perbandingan 3 : 1) dengan ketebalan 3 cm pada permukaan. Pemasangan marmer bisa mengikuti shop drawing yang sudah disediakan oleh kontraktor bangunan. Setelah terpasang, barulah dilakukan proses penutupan nut menggunakan resin.

2. Teknik Pemasangan Kering

Kedua adalah teknik pemasangan kering, yaitu teknik pemasangan tanpa menggunakan air dan spesi sebagai perekat. Sebagai gantinya, pemasangan kering menggunakan kawat angkur dan paku yang berfungsi untuk menahan berat marmer. Teknik ini lebih cocok digunakan dalam proses pemasangan dinding.

            (Baca juga: 6 Inspirasi Desain Dinding Batu Alam Modern)

Sebelum mulai memasang marmer, teknisi harus membuat pola pada dinding dan menandai letak paku, kawat angkur dan angkur. Marmer juga perlu diberi lubang untuk tempat angkurnya. Sama seperti teknik pemasangan basah, pastikan permukaan bersih dan marmer sudah di-coating di semua sisinya.

Setelah itu, pasang angkur dan kawat angkur sesuai pola yang sudah dibuat. Pemasangan dilakukan mulai dari bagian vertikal menuju horizontal. Setelah selesai, barulah dilakukan pengisian nat.

Kedua teknik pemasangan marmer tersebut tentunya harus dilakukan oleh teknisi profesional karena prosesnya tidak mudah. Kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan masalah pada marmer, seperti hasil pemasangan tidak rata, pecah, dan sebagainya.

Selain itu, lantai marmer dan granit juga harus dirawat untuk menjaga kilau dan warna asli marmer. Perawatan yang dilakukan berupa poles marmer yang juga harus dilakukan oleh profesional agar hasil poles kilap dan tahan lama.

            (Baca juga: Tips Memilih Tukang Poles Marmer Profesional)

Kemilau Marmer menyediakan jasa pasang dan poles lantai marmer, granit, teraso, tegel, keramik, dan batu alam lainnya. Teknisi profesional dan berpengalaman dengan teknik pengerjaan berstandar Internasional menjadi alasan mengapa Anda harus memilih kami.

Pemesanan layanan pasang dan poles marmer, granit, teraso, tegel, dan batu alam lainnya, hubungi kami di 081298532189 (WA available).