Yuk, Lebih Mengenal Teraso! Ini Lho Faktanya yang Jarang Orang Tau

Yuk, Lebih Mengenal Teraso! Ini Lho Faktanya yang Jarang Orang Tau

Zaman yang semakin modern membuat segala sesuatunya semakin canggih dan bervariasi, termasuk dalam hal dekorasi. Lantai, sebagai salah satu unsur dekoratif ruangan, tentunya juga mengalami banyak kemajuan, mulai dari jenis yang semakin beragam, warna, serta motif. Salah satu jenis lantai yang banyak berinovasi dan sering digunakan orang adalah teraso.

Teraso terbuat dari campuran semen, pecahan marmer dan pasir. Jenis lantai ini banyak digunakan untuk rumah pribadi, villa, hingga hotel. Warna dan motifnya yang menarik tentu menjadi alasan. Selain itu, lantai ini juga tergolong cukup kuat dan relatif terjangkau jika dibandingkan dengan marmer atau granit.

Lantai teraso sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu lantai berpermukaan halus dan kasar. Teraso berpermukaan kasar biasanya digunakan di luar ruangan karena dapat mencegah terjadinya insiden tergelincir. Selain itu, teksturnya juga terlihat lebih menonjol akibat sinar matahari.

            (Baca juga: Yakin Mau Menggunakan Parket? Kenali Dulu Kekurangan & Kelemahannya!)

Lain halnya dengan lantai teraso halus. Jenis lantai satu ini tentunya membutuhkan perawatan lebih agar permukaan tetap mengkilap. Untuk itu, Anda harus melakukan poles lantai secara rutin. Pemolesan pun harus dilakukan oleh orang yang profesional dan berpengalaman.

Perlu Anda ketahui, perbedaan tekstur permukaan teraso disebabkan oleh material penyusun lantai sendiri. Teraso kasar terbuat dari pecahan marmer kasar sedangkan teraso halus menggunakan pecahan teraso yang lebih halus.

lantai-teraso

Sejarah Teraso

Kata teraso berasal dari bahasa Italia terrazza yang berarti teras atau penutup lantai depan rumah. Lantai ini terbuat dari limbah tambang marmer yang diolah kembali sehingga menjadi alternatif sebagai lantai penutup. Di negara asalnya, teraso mulai diproduksi sejak tahun 1920.

Di Indonesia, masuknya teraso dipengaruhi oleh bangsa Belanda. Mereka membawa teraso beserta teknik pembuatannya ke Indonesia dan mulai membuka industri ini pada tahun 1957. Selanjutnya produk ini mulai digemari pada tahun 1970-1980, terlihat dari terus bermunculannya pabrik teraso di seluruh Indonesia. Motifnya pun mulai beragam, mulai dari serpihan batu alam, serpihan kaca, hingga kepingan kerang laut.

            (Baca juga: Mengenal Lantai Keramik dan Jenisnya)

Pada saat itu, teraso dianggap memiliki prestige yang tinggi karena masih banyak orang yang menggunakan ubin semen sehingga peminatnya pun berasal dari berbagai kalangan.

Kepopuleran teraso mulai menurun sejak lantai keramik masuk ke pasar Indonesia di tahun 1980-an. Masyakat lebih memilih keramik karena motifnya yang lebih beragam dengan harga yang lebih kompetitif.

Karakteristik Lantai Teraso

Karakteristik utama lantai teraso adalah motifnya yang menyerupai pecahan batuan. Ukuran, bentuk, serta warnanya yang tidak seragam membuat permukaan lantai terlihat unik. Material yang menggunakan bahan sisa juga membuatnya lebih ramah lingkungan.

Selain itu, lantai teraso juga dapat menyesuaikan suhu lantai sesuai dengan suhu ruangan. Misalnya, saat cuaca panas maka lantai akan memberikan kesan dingin, begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh faktor porositas serta sifat menyerap cahaya pada lantai teraso.

            (Baca juga: 5 Fakta Tentang Ubin Tegel yang Harus Anda Tahu!)

Daya tahan lantai teraso juga dapat dikatakan baik. Material yang terdiri dari pecahan batu marmer, semen dan pasir membuat kekuatan lantai ini tidak perlu diragukan. Karena faktor ini pula, teraso banyak digunakan pada hotel, kantor, hingga pabrik.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai lantai teraso. Bagaimana, tertarik menggunakan teraso untuk hunian Anda?