Rahasia Lantai Marmer Masjidil Haram Tetap Dingin Walau di Siang Panas

Rahasia Lantai Marmer Masjidil Haram Tetap Dingin Walau di Siang Panas

Anda yang sudah berkesempatan berkunjung ke Masjidil Haram di Makkah, pasti akan takjub saat merasakan hamparan lantai marmer putih bersih di pelataran depan dan di area Ka’bah yang terasa begitu dingin dan sejuk saat tersentuh kulit kaki, padahal cuaca di siang hari itu sangatlah panas terik.

Sebagai gambaran, musim panas di Makkah bisa mencapai suhu lebih dari 50 derajat Celcius. Tapi anehnya, hal ini tidak berpengaruh ke lantai marmer yang jelas-jelas berada di tempat terbuka dan terpapar sinar matahari secara langsung itu.

Selama ini beredar anggapan dari masyarakat dan juga jemaah, bahwa hawa sejuk dan dingin yang terasa di lantai Masjidil Haram itu karena lantainya diberi pipa air pendingin atau AC khusus dari bagian bawahnya. Ternyata anggapan itu salah besar. Yang benar adalah hawa sejuk dan dingin yang keluar dari lantai di pelataran depan dan area Ka’bah itu berasal dari material lantai marmer yang digunakan itu sendiri.

Lantai Marmer Khusus Diimpor dari Yunani

Ya, eksterior Masjidil Haram menggunakan material lantai marmer khusus yang jauh-jauh didatangkan dari Yunani. Nama lantai marmer langka itu adalah marmer Thassos.

Nama Thassos diambil dari daerah tempat asal lantai marmer itu, yaitu Thassos, yang letaknya di sebelah utara Yunani. Thassos adalah sebuah pulau yang memiliki pantai cantik. Sejak berabad-abad lamanya, marmer putih dari pulau itu digunakan secara luas oleh orang-orang Romawi. Akhirnya marmer tersebut dinamai sesuai daerah asalnya.  

Kehebatan dari marmer Thassos adalah material ini mampu menyerap sempurna kelembapan suhu di malam hari, mempertahankannya, dan bahkan memantulkan hawa panas yang menerpanya sepanjang siang hari. Selain itu, bentuknya semakin istimewa dengan warna putih kristal yang merupakan warna khas batuan alam.

Khusus untuk lantai Masjidil Haram, batuan marmer Thassos ini diimpor masih dalam bentuk bongkahan batu asli, yang kemudian diolah dan dibentuk secara khusus dengan teknologi canggih di Arab Saudi sebelum diaplikasikan pada lantai Masjidil Haram. Lantainya dipotong berbentuk persegi panjang dengan ketebalan 5 cm. Tingkat ketebalan ini memberi pengaruh juga ke kesejukan lantai yang tercipta.

Mengingat keistimewaan kualitasnya, tak heran kalau harga marmer Thassos ini cukup mahal. Sebagai gambaran, harga marmer Thassos ini mencapai US $200 (sekitar Rp2,8 juta) per meter persegi. Sementara luas area Masjidil Haram setelah adanya perluasan yaitu 400.000 meter persegi.

Pengaplikasian Lantai Marmer Thassos

Setelah mengetahui rahasia sejuknya lantai di Masjidil Haram sehingga para jemaah tidak perlu “jinjit” atau berjingkat kaki saat melakukan ibadah thawaf keliling Ka’bah di siang hari panas, siapa tahu Anda berniat untuk mendatangkannya juga dari Yunani dan mengaplikasikannya untuk bagian eksterior rumah Anda. Who knows?

Sebagaimana lantai marmer di Masjidil Haram yang selalu dibersihkan rutin oleh pasukan pembersih lantai berseragam hijau muda, maka marmer Thassos di rumah Anda juga harus dirawat rutin. Anda bisa mempercayakan perawatan lantai marmer Thassos Anda ke Kemilau Marmer untuk lantai eksterior yang selalu sejuk dan dingin.