Mitos Penggunaan Granit untuk Rumah

Mitos Penggunaan Granit untuk Rumah

Granit banyak digunakan sebagai bahan material untuk konstruksi, termasuk bangunan rumah pada umumnya. Jenis batuan yang namanya diambil dari bahasa Latin “granum” ini mempunyai tekstur yang keras, kuat, dan tahan lama.

Asal mula batu yang tergolong batuan plutonik ini terbentuk ketika magma kental dari gunung berapi perlahan mendingin dan mengkristal, jauh sebelum mencapai ke permukaan bumi.

Karena keistimewaannya, banyak sekali beredar mitos seputar baru granit ini, terutama terkait dengan penggunaannya sebagai penunjang keindahan desain interior di rumah-rumah. Tak ayal, banyak orang terpengaruh dan mengurungkan niatnya untuk menambahkannya di rumah.

Simak yuk, apa saja mitos yang beredar luas tentang penggunaan batu alam granit sebagai penunjang desain interior di rumah.

Batu Granit Sangat Mahal

mitos granit mahal

MITOS! Tampilan mewah dan elegan dari batu granit membuat banyak orang beranggapan bahwa batu alam ini bernilai sangat mahal.

Dari segi harga memang granit lebih tinggi ketimbang material lain seperti keramik. Tapi jika dibandingkan dengan batu alam lain yang serupa, harga granit terbilang sangat kompetitif. Ini karena persediaannya cukup melimpah. Bahkan, ada beberapa jenis batu sintetis (buatan) yang harganya justru lebih mahal dari batu granit.

Perawatan Granit Merepotkan

mitos perawatan granis susah

MITOS! Faktanya, granit dikenal sebagai batu alam yang sangat kuat, dengan karakteristik tahan panas, tahan gores, tahan noda, dan tahan terhadap bahan-bahan kimia. Daya tahannya akan semakin meningkat ketika ditambahkan coating atau lapisan pelindung.

Banyak orang beranggapan bahwa granit harus sering dilakukan coating yang prosesnya memakan waktu cukup lama. Padahal, Anda merawat kebersiihan granit dengan benar, coating cukup dilakukan setiap 12 atau 18 bulan sekali saja. Perawatan sehari-hari juga gampang. Kotoran cukup dibersihkan dengan lap, air, dan cairan pembersih batu alam.

Granit Tidak Aman Untuk Pengolahan Makanan

mitos granit tidak aman untuk makanan

MITOS! Ada dua pemicunya: Pertama, granit dianggap tempat berkembang biak kuman dan bakteri yang masuk melalui pori-pori granit. Kedua, granit mengeluarkan gas radioaktif berjuluk Radon sebagai penyebab kanker paru-paru.

Fakta pertama, pori-pori granit itu lebih rapat ketimbang batu alam lainnya. Plus, penggunaan coating membuat permukaan granit tertutup rapat dan bebas bakteri.

Fakta kedua, granit dan batu alam lain memang mengandung elemen radioaktif, seperti Uranium dan Radium yang menjadi bagian dari proses pembentukannya. Tapi untuk Radon, sejauh ini tidak ada satupun penelitian yang membuktikannya.

Granit Tidak Bisa Pecah

mitos granit tidak bisa pecah

MITOS! Granit memang dikenal sangat kuat dan tak mudah pecah. Tapi bukan berarti tidak bisa rusak dan pecah. Granit juga dikenal anti-gores, tapi nyatanya ada beberapa material yang lebih kuat dari granit dan bisa menggores permukaannya.

Bahkan penggunaan pembersih berbahan kimia yang terlalu keras dalam jangka waktu lama juga bisa berakibat goresan di permukaannya. Dalam kondisi ini, jika granit terhantam benda keras, maka granit bisa lebih mudah retak bahkan pecah.

Bagaimana dengan panas? Granit juga dikenal tahan panas. Sebagai gambaran, Anda tanpa perlu khawatir bisa mengambil panci panas dari atas kompor lalu meletakkannya di atas permukaan granit. Hanya saja polesan dan coating pada granit bisa melemah dan membuat tampilannya menjadi kusam akibat panas tinggi tersebut.

Kemilau Granit Memudar Seiring Waktu

mitos granit memudar kilaunya

MITOS! Salah satu material yang lebih kuat dari granit yang mampu menggoresnya adalah berlian. Dan berlian ini juga yang digunakan sebagai salah satu alat untuk memoles permukaan granit. Kilaunya akan bertahan sangat lama, terlebih hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pun jika memang kilaunya mulai berkurang, Anda bisa dengan mudah memoles granit Anda, baik poles sendiri maupun dengan bantuan [jasa poles granit profesional].

Granit Warna Gelap Lebih Kuat dari Warna Terang

mitos granit warna gelap lebih kuat

MITOS! Granit berwarna gelap kesannya lebih kuat dibandingkan yang warna terang. Tapi kenyataannya terbalik! Buktinya, dari granit ditemukan bisa ditemukan kandungan mineral terkuat yang berjuluk Quartz. Mineral ini berwarna putih atau abu-abu. Artinya, granit warna terang justru lebih kuat dari granit gelap.

Granit dan Marmer adalah Sama

mitos granit dan marmer sama

MITOS! Granit dan marmer bukanlah dua jenis batu alam yang sama. Secara asal-usulnya, granit terbentuk dari magma gunung berapi yang telah mendingin dan mengeras di dalam tanah. Sedangkan marmer merupakan bentuk metamorphosis dari limestone. Sangat berbeda.

Selain itu, kedua jenis batu alam ini juga memiliki tingkat porositas (ukuran dari ruang kosong di antara material) yang sangat berbeda. Marmer jauh lebih lembut dan memiliki tingkat porositas lebih tinggi dari granit. Inilah yang membuat marmer butuh perawatan lebih untuk menjaga kualitas permukaan dan kilaunya.

 

Begitu banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang batu granit, terutama berkaitan dengan penggunaannya pada interior rumah. Tapi terbukti mitos-mitos itu tidak benar. So, Anda tidak perlu ragu jika ingin menggunakan batu alam granit untuk mempercantik ruangan di rumah Anda.

Jika selama ini sudah menggunakan granit dan ingin membuat penampilannya terus-menerus prima dan semakin tahan lama, Anda bisa melakukan perawatan berkala. Percayakan saja pada ahlinya, jasa poles granit profesional. Ini fakta, bukan mitos.