Kisah Bu Umi, Tukang Pijit Yang Bangun Rumah Berlantai Granit

Kisah Bu Umi, Tukang Pijit Yang Bangun Rumah Berlantai Granit

Bu Umi, begitu perempuan berusia 55 tahun ini akrab disapa. Profesinya sebagai tukang pijit urut panggilan membuatnya banyak dikenal orang. Tak hanya menghilangkan pegal, linu, dan letih di badan saja, pijitan Bu Umi juga mampu menyembuhkan salah urat akibat terkilir atau keseleo.

Berkat kemampuannya itu, pemilik nama asli Sukmi binti Suparjo ini selalu sibuk menerima panggilan pasien-pasien yang butuh akan jasanya. Perempuan supel asal Cilacap, Jawa Tengah, ini bisa melayani pijit hingga 7 orang dalam sehari.

Tak hanya keliling ke rumah-rumah di area perumahan Pamulang Estate, Pamulang, Tangerang Selatan, tempatnya mengontrak rumah, Bu Umi juga sering dipanggil untuk datang ke rumah pelanggan yang lokasinya berjarak belasan bahkan puluhan kilometer dari rumahnya.

Saat suaminya masih ada, sang suamilah yang rajin antar-jemput jika ada panggilan pijit. Setelah suaminya meninggal, Bu Umi mengandalkan jasa ojek online, atau minta dijemput pasien jika lokasinya dekat. 

Bangun Rumah di Kampung

Hasil dari bertahun-tahun memijit dan didukung suaminya yang berprofesi sebagai tukang bangunan, Bu Umi berhasil mewujudkan salah satu mimpinya, yaitu memiliki rumah sendiri. Rumah sederhana seluas 101,25 meter persegi itu dibangun di kampung halamannya, yaitu di sebuah desa bernama Patimuan, di Cilacap, Jawa Tengah.

Pembangunan rumah yang menempati lahan tanah seluas 300 meter persegi ini dimulai pada bulan Mei 2019. Dikerjakan oleh total 7 orang, termasuk suami Bu Umi. Namun nahas, baru berjalan 3,5 bulan, pengerjaan rumah harus terhenti karena suami Bu Umi, Pak Siswoyo, meninggal dunia akibat sakit.

Setelah jeda sekitar 4 bulan, pembangunan rumah dimulai lagi pada Januari 2020, dikerjakan oleh 3 orang tukang. Butuh waktu 2 bulan setelah jeda itu untuk menyelesaikan rumah tersebut. Hanya tinggal pintu dan kusen saja yang belum di-finishing melamik, serta mengganti pagar.

Yang menarik dari rumah 3 kamar ini, seluruh lantainya dan juga meja dapur dibalut rapi  menggunakan material granit. Ada 3 jenis granit yang digunakan, yaitu lantai granit warna hitam, lantai granit warna putih, serta granit meja dapur berwarna abu-abu. Uniknya, semua material granit tersebut bukan dibeli di Cilacap, melainkan semua diboyong dari Pamulang.

Memanfaatkan Diskon Toko Material

Apakah di Cilacap tidak tersedia material granit? Tentu saja ada. Hanya saja motif granit yang diincar suami Bu Umi tidak ditemui di Cilacap.

Kebetulan, salah satu toko bangunan besar dan ternama di Pamulang sedang menggelar promo, berupa pemberian diskon untuk barang-barang tertentu, salah satunya adalah material granit yang motifnya cocok dengan yang diincar. Barang lain seperti handle pintu dan perlengkapan di kamar mandi juga dapat diskon, jadi sekalian diborong. Lalu bagaimana dengan biaya pengangkutannya ke Cilacap?

Berkat diskon itu, Bu Umi bisa menghemat dana hingga Rp1,5 juta. Penghematan itu bisa dialokasikan ke pengangkutan, karena setelah dihitung, biaya transportasi untuk membawa barang-barang tersebut ke Cilacap “hanya” Rp1,3 juta. Bahkan masih ada sisanya.

Saat itu di Cilacap, terutama desa Patimuan, hanya material pasir dan batu yang harganya lebih murah dibandingkan jika beli di area Jakarta dan sekitarnya. Material lainnya harganya relatif sama, bahkan lebih mahal, terutama baja ringan.

Rumah Bu Umi ini bisa dibilang sebagai pelopor penggunaan rangka atap baja ringan di desanya. Mungkin karena alasan mahal dan banyak orang masih mengandalkan rangka atap kayu. Tapi seiring perkembangan, mulai banyak yang memakai baja ringan juga.

Begini penampakan rumah Bu Umi yang diguyur cat tembok warna oranye di bagian interior dan eksteriornya:

Tukang Pijit Bangun Rumah Lantai Granit

Tukang Pijit Bangun Rumah Lantai Granit

Tukang Pijit Bangun Rumah Lantai Granit 

Investasi Menjanjikan

Berapa dana yang dikeluarkan Bu Umi untuk membangun rumah impiannya itu? Bu Umi merogoh kantongnya sedalam Rp260 juta untuk merampungkan pembangunan rumah selama total 5,5 bulan itu.

Saat ini, jika Bu Umi ingin menjual rumah berlantai granit itu, nilainya sudah menembus angka Rp600 juta. Harga tersebut akan naik terus seiring perkembangan desa Patimuan. Terlebih jika Bu Umi rajin merawat lantai granitnya, yang menjadi daya tarik rumah impiannya itu. Perawatan bisa dilakukan sendiri, atau memanfaatkan jasa poles granit profesional, seperti Kemilau Marmer, agar optimal. Sebuah investasi yang menjanjikan.