[DIY] Begini Proses Pembuatan Lantai Keramik

[DIY] Begini Proses Pembuatan Lantai Keramik

Jika Anda merupakan penggemar aktivitas DIY alias do it yourself untuk berbagai perabot atau dekorasi yang ada di rumah, Anda bisa naik kelas untuk mencoba membuat sendiri lantai keramik untuk di rumah.

Tentu Anda langsung berpikir: kenapa harus repot-repot buat keramik sendiri, sementara membeli bisa dilakukan dengan sangat mudah dan praktis. Hmm, pelaku DIY sejati tentu tidak akan berpikir seperti itu, kan?

Memenuhi rasa penasaran dan juga kepuasan setelah melihat hasil jadinya, itu tidak bisa dilukiskan. Terlebih, jika ada tamu memuji keindahan keramik made-in Anda itu. Anda pasti semangat ingin membuatnya lagi.  

Keramik banyak sekali digunakan di rumah-rumah modern dan minimalis. Biasanya jenis keramik yang banyak dipakai adalah keramik berlapis glasir dan keramik tanpa lapisan glasir. Keramik jenis matte sudah mulai lumayan banyak yang memakai. Selain itu, jenis keramik lainnya adalah keramik yang licin dan mengkilap, keramik bertekstur kasar, dan keramik cutting edge atau memiliki empat siku sama sisi.

Membuat Lantai Keramik Sendiri

Sekarang saatnya membuat lantai keramik sendiri. Pada pembuatan kali ini kita menggunakan bahan dasar tanah liat. Anda bisa membuat beberapa dulu untuk digunakan di satu area.

Anda bisa mengaplikasikan keramik tersebut untuk lantai teras belakang, pijakan tangga, atau dinding di area cuci. Keramik made in sendiri akan mempercantik dinding area cuci yang biasanya sering diserang lumut atau jamur akibat lembab.

Sebelum mulai membuat, mari kita siapkan terlebih dahulu alat dan bahan-bahan yang diperlukan. Pastikan bahan-bahan tersebut dalam kondisi baik, agar proses pembuatan keramiknya lebih lancar. Alat dan bahannya sebagai berikut:

  1. Tanah liat atau kaolin
  2. Saringan
  3. Pengaduk (mixer)
  4. Air
  5. Alat filter
  6. Wadah tertutup untuk menyimpan keramik
  7. Tungku
  8. Ballmill

Simpan bahan-bahan keramik tersebut ke dalam wadah tertutup untuk menjaga bentuknya.

1. Pengolahan Bahan

Setelah alat dan bahan keramik siap, saatnya mengolahnya. Tujuan dari pengolahan ini adalah agar bahan-bahan mentah tersebut bisa diubah menjadi bahan siap pakai
Proses pengolahannya adalah sebagai berikut:

  • Pengurangan ukuran butir bahan keramik. Anda bisa menumbuk atau menggiling bahan keramik dengan memanfaatkan ballmill.
  • Penyaringan bahan keramik. Ini bertujuan memisahkan bahan keramik yang ukurannya tidak sama. Ukuran butir keramik yang umum digunakan adalah 60-100 mesh.
  • Pencampuran bahan keramik. Ini bertujuan untuk bahannya menjadi seragam.
  • Pengadukan bahan keramik. Anda bisa melakukannya dengan memanfaatkan mixer atau bisa juga secara manual dengan pengaduk.
  • Pengurangan kadar air pada keramik
  • Pengulian bahan keramik. Ini bertujuan untuk membuat massa bahan keramik seragam.

2. Pembentukan Keramik

Setelah dilakukan pengolahan bahan menjadi bahan keramik siap pakai, sekarang Anda bisa mulai membentuk keramik. Silakan bentuk dan ukurannya Anda sesuaikan dengan area di mana keramik tersebut akan dipasang.

Dalam pembentukan keramik, secara umum ada 3 teknik yang biasa dilakukan, yaitu:

  1. Pembentukan manual dengan tangan (handbuilding)
  2. Teknik putar (throwing)
  3. Teknik cetak (casting)

Teknik ketiga yaitu casting atau teknik cetak banyak digunakan untuk pembuatan keramik untuk lantai dan dinding rumahan. Alasannya prosesnya lebih cepat dan juga menghasilkan bentuk dan ukuran yang sama.

Untuk teknik casting di sini, sebaiknya menggunakan teknik casting padat. Bahan baku tanah liat yang digunakan adalah tanah liat plastis. Untuk membentuk keramik persegi, Anda bisa memanfaatkan mold/cetakan dari gipsum berbentuk persegi untuk membentuknya dengan lebih mudah.

3. Proses Pengeringan

Setelah dibentuk-bentuk, proses selanjutnya adalah mengeringkan keramik. Proses ini untuk menghilangkan kadar air yang mengikat di badan keramik. Caranya adalah dengan menjemur keramik pada suhu kamar.

Proses pengeringan keramik dengan menjemurnya itu akan melewati 3 fase, yaitu:

  • Air menguap ke permukaan keramik
  • Air dalam pori-pori keramik mulai menghilang
  • Air yang diserap permukaan keramik menghilang

Proses pengeringan atau pengurangan kadar air di keramik ini sangat penting. Jika keramik belum benar-benar kering, maka keramik saat dipasang nanti berpotensi mengalami penyusutan mendadak dan juga keretakan. Oleh karenanya, jika Anda menambah waktu dalam proses pengeringan keramik ini akan lebih baik ketimbang Anda melakukannya lebih cepat.

4. Proses Pembakaran

Tahap berikutnya setelah pengeringan adalah proses pembakaran keramik. Proses ini sangat penting karena akan ada perubahan drastis, dari keramik yang lembek menjadi keramik yang padat dan keras.

Cara pembakarannya sederhana, sebagai berikut:

  • Letakkan keramik ke dalam tungku
  • Bakar keramiknya

Harap dipastikan suhu panasnya mencapai 700-1.000°C. Suhu tersebut cukup optimal untuk membakar keramik. Akibat pembakaran ini, keramik lembek akan berubah menjadi padat dan keras, serta terdapat penurunan berat (massa). 

5. Pemberian Glasir

Setelah proses pembakaran, bisa dibilang pembuatan keramik sudah seselai. Tahap terakhir ini merupakan tahap opsional. Anda bisa melakukannya, bisa juga tidak perlu. Tahap terakhir ini adalah pemberian glasir pada keramik yang sudah padat. 

Apa yang dimaksud dengan glasir? Glasir adalah campuran dari beberapa bahan tertentu yang berfungsi untuk melapisi permukaan keramik.

Cara memberikan glasir pada permukaan keramik, sebagai berikut:

  • Keramik dicelupkan ke cairan glasir
  • Keramik disemprotkan ke cairan glasir
  • Keramik dituangkan ke cairan glasir
  • Permukaan keramik dioleskan cairan glasir

Mengapa keramik diberi glasir? Pemberian glasir di permukaan keramik ini berfungsi agar keramik menjadi tahan air, mudah dibersihkan, dan terlihat lebih indah.

Nah, DIY lantai keramik sudah selesai, dan bisa Anda aplikasikan di area yang Anda ingin cobakan, seperti teras belakang, dinding area cuci, atau untuk pijakan tangga. Jika Anda mengikuti langkah-langkahnya dengan benar, maka kualitas keramik yang Anda hasilkan akan bagus.

Yang paling penting setelah pemasangan adalah perawatan agar keramik made in Anda ini bisa awet dan tahan lama, termasuk keindahannya. Anda bisa merawat sendiri atau menggunakan jasa poles keramik profesional seperti Kemilau Marmer agar perawatan yang dihasilkan bisa optimal.