Poles Marmer dan Granit Sendiri? Kenali Dulu Risikonya

Poles Marmer dan Granit Sendiri? Kenali Dulu Risikonya

Anda sedang mencari cara poles marmer sendiri? Sedang sibuk cari video tutorial cara poles lantai marmer atau granit Anda sendiri? Di video memang terlihat "ah cuma gitu aja toh ternyata" atau "sesimpel itu?" tapi ketahuilah bahwa tidak semudah itu untuk poles lantai marmer atau granit Anda.

Kenyataannya, di video terlihat mudah karena dilakukan oleh seorang profesional yang sudah tahu betul seberapa besar tenaga yang diberikan untuk menekan atau menahan alat poles, seberapa banyak bahan kimia pembersih dibutuhkan, level kekasaran Diamond Pad berapa yang dibutuhkan untuk mengelupaskan permukaan marmer agar bersih dan halus datar merata.

Lantas apa saja risiko yang ditimbulkan?

  1. Habis dipoles, kok lantai malah jadi kasar dan makin kusam?
    Hal ini adalah risiko yang terhitung sebagai risiko kecil. Awalnya setelah dipoles marmer jadi terlihat kinclong tapi tidak berkilau dan tentunya tidak lama, setidaknya 1 minggu, keadaan malah semakin parah. Contohnya, jadi sulit dibersihkan, noda sangat mudah menempel bahkan ketika diinjak dengan kaki telanjang.

    Hal ini sering kali disebabkan oleh pengelupasan yang berlebihan jika pemolesan menggunakan mesin grinding. Hal ini memungkinkan terjadi karena kesalahan pemilihan level kekasaran pada diamond pad. Semakin kasar maka Anda harus semakin berhati-hati dalam menekan mesin poles, salah salah, Anda justru merusak marmer bahkan bisa membuatnya retak sampai harus diganti.

    Lantai yang makin kusam ini juga bisa saja disebabkan oleh kesalahan pemilihan jenis bahan kimia pembersih. Ada sangat banyak bahan kimia pembersih yang sifatnya keras atau korosif sehingga sangat ampuh untuk membersihkan noda yang membandel, namun juga membuat permukaan marmer menjadi rapuh. Konsultasilah pada orang yang tepat, bukan pada jasa poles marmer yang 'harganya murah' karena pasti jasa poles marmer tersebut memberikan solusi berupa jasa yang mereka berikan tanpa penjelasan yang jelas.
     
  2. Habis poles, kok permukaannya malah tidak rata/bolong-bolong?
    Batu alam seperti marmer, granit, teraso, dan travertine adalah batu alam yang berpori sehingga tidak jarang ditemukan permukaan berbolong. Yang perlu Anda lakukan adalah dengan menambalnya, namun Anda perlu hati-hati dalam menambalnya, karena pori-pori inilah yang memberikan motif dan menjadikannya tampak alami.

    Selain menambah keindahan sebagai nilai tambah dalam menggunakan batu alam ini, pori-pori tersebut juga memiliki kekurangan, yaitu membuat noda mudah diserap. Jika pori-pori tidak ditutup atau dilindungi oleh lapisan pelindung, maka cairan akan sangat mudah diserap dan meninggalkan bercak atau kerak air.
     
  3. Habis poles, motifnya kok malah hilang?
    Hal ini sering kali dialami oleh bangunan yang menggunakan lantai granitile (atau sejenisnya) atau keramik motif dan keramik 3 dimensi. Perlu diketahui bahwa lantai jenis ini bukanlah batu alam yang sudah dari dasarnya memiliki motif. Motif pada lantai jenis ini terdapat pada lapisan teratas, sehingga memerlukan keterampilan khusus agar bisa kembali berkilau.

    Kenapa hal ini bisa terjadi? Mesin poles tidak mungkin berjalan sendiri. Anda perlu menahan dan menekan agar proses grinding berjalan lancar dan hasil pengelupasan tidak berlebihan, dan inilah yang akan terjadi jika proses grindingnya berlebihan. Terkelupas terlalu dalam yang menyebabkan motifnya hilang.

Mengalami masalah di atas atau masalah sejenisnya? Ayo konsultasikan dengan kami.